Amalan Umat Muslim Selama Bulan Ramadhan
Amalan Umat Muslim Selama Bulan Ramadhan
4/4/2024 –
Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Bulan Ramadhan ini jatuh pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah, yang saat ini merupakan Ramadhan tahun ke-1445 Hijriyah.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang diisi dengan berkah dan ampunan. Di bulan ini, setiap umat muslim akan berlomba-lomba melakukan amal kebaikan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, baik wajib maupun sunnah. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (amal sunnah) di dalamnya (Ramadhan) samalah ia dengan orang yang menunaikan suatu ibadah wajib di bulan yang lain.
Beberapa amalan baik yang bisa dilakukan selama Bulan Ramadhan antara lain:
1. Membaca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat bagi umat Islam untuk lebih sering membaca Al-Qur'an, terutama karena Al-Qur'an diturunkan pada bulan tersebut, sebagaimana tertuang Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 185. Allah swt berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَان
Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: Ayat 185)
2. Bersedekah
Sedekah adalah salah satu amalan sunnah yang penuh keberkahan. Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, di bulan Ramadhan sedekah memiliki banyak keutamaan, seperti pahala yang dilipatgandakan.
Bahkan Rasulullah SAW sendiri lebih memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan lainnya.
“Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan. Dan lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan” (HR Bukhari).
3. Ibadah Malam (Qiyamul Lail)
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah melaksanakan sholat malam atau Qiyamul Lail. Sholat qiyamul lail di bulan Ramadhan mencakup setiap sholat malam yang dimulai dari sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar yakni meliputi shalat fardhu Maghrib dan Isya', sholat rawatib qobliyah dan ba'diyyah maghrib isya', sholat tarawih, sholat tahajud, sholat witir dan sholat-sholat lainnya yang dilakukan di malam hari.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari Muslim).
4. Berdo'a
Di bulan Ramadan yang mulia ini, hendaknya kita memanfaatkan waktu kita untuk memperbanyak do'a kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda,
”Do'a adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969)
Secara umum, setiap hari Allah Ta’ala memberikan kita waktu dan kondisi di mana berdo'a pada kesempatan tersebut akan lebih dikabulkan.
Adapun di bulan Ramadhan, Allah memberikan tambahan waktu khusus dikabulkannya do'a. Ibnul Qayyim dalam Ad Daa’ wa Ad Dawaa’ menyebutkan bahwa do'a akan terkabul apabila dilakukan dengan hadirnya hati, konsentrasi, merendah dan khusyu di hadapan Allah, serta bertepatan dengan waktu-waktu mustajab seperti berdo'a di waktu sepertiga malam terakhir (sahur).
5. I'tikaf di Masjid
I'tikaf adalah salah satu amalan yang dapat dikerjakan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Amalan ini biasanya dilaksanakan pada 10 hari terakhir Ramadhan. I’tikaf dilaksanakan dengan cara berdiam diri atau tetap tinggal di dalam masjid yang merupakan rumah Allah SWT.
Dasar pengerjaan i'tikaf di bulan Ramadhan disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Artinya: Dari Aisyah RA isteri Nabi SAW menuturkan, "Sesungguhnya Nabi SAW melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istrinya mengerjakan i'tikaf sepeninggal beliau. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006).
Komentar
Posting Komentar